Tuesday, October 4, 2016

Ternyata Ini Gejala Penyebaran dan Pencegahan Virus Zika, Sangat Menakutkan




gejala penyebaran dan pencegahan virus zika

Gejala dan Pencegahan Virus Zika, Mengapa  harus nambah satu lagi sih virus di dunia ini. Kenapa gak virus cinta aja ya biar bisa mimin tebarkan kepada sesama manusia? (hehehehe). Padahal udah cukup banget kita hidup dengan Cikunguya atau DBD. Hiks, mau gak mau yaa, beberapa saat terakhir dunia kesehatan lagi heboh dan mewabah yang namanya virus zika guys. 

Mimin sadur dari sebuah jurnal internasional bahwa Zika pernah menjadi epidemi di Afrika, Asia Tenggara, dan Kepulauan Pasifik, sebelum akhirnya merebak di Brazil dan Kolumbia pada tahun 2015 hingga kini. Nah pada bulan Mei 2015 Pan American Health Organization (PAHO) mengeluarkan peringatan tentang infeksi virus Zika yang merebak di Brazil. Negara Brazil sendiri telah menetapkan infeksi virus zika sebagai darurat nasional bidang kesehatan dan dikhawatirkan penyebaran Zika akan terjadi secara cepat di beberapa negara terutama dikawasan Asia, termasuk Indonesia dikarenakan vektor pembawa Zika yang memang berhabitat di daerah tropis.

Nyamuk yang menjadi vektor penyakit Zika adalah nyamuk Aedes, dapat dalam jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain. Nyamuk Aedes adalah jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan bisa hidup di dalam maupun luar ruangan.

WARNING VIRUS ZIKA DI INDONESIA !

Kalo di Indonesia, pernah ada sebuah lembaga yang melaporkan tentang adanya virus zika yang terdapat di daerah Jambi. Lembaga tersebut bernama Lembaga Eikjman (Lembaga Biologi Molekular). Lembaga ini telah melaporkan adanya virus zika kepada Kementerian Kesehatan. Peneliti Eikjman Institue memeriksa 261 sampel darah pasien demam di kota Jambi pada periode Desember 2014 hingga April 2015 dan menemukan virus tersebut menjangkiti satu pasien. Satu pasien tersebut adalah anggota Suku Anak Dalam yang divonis positif terinfeksi virus zika di Indonesia. 

Kabar terbaru bahwa ada sekitar 41 orang yang positif terjangkit virus Zika di Singapura. Oleh karena itu sampai saat ini beberapa pelabuhan laut dan udara di Indonesia mulai mengaktifkan pemindai suhu tubuh (thermoscanner) untuk mengantisipasi penyebaran virus Zika. Peralatan pemindai suhu tubuh sudah dipasang di delapan pelabuhan Indonesia dengan rute ke Singapura, termasuk di bandara Jakarta.

Setelah Taiwan, Korea Selatan, dan Australia, kini Amerika serikat mengeluarkan peringatan perjalanan ke Singapura bagi perempuan hamil. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Centers For Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan bagi warga AS yang sedang melakukan perjalanan atau yang sudah berada di Singapura untuk mengambil tindakan pencegahan dengan melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Nah guys, berhubung virus ini lagi gencar-gencarnya ngincer tubuh kita, makanya gak salah kalo kalian kudu tahu sedikit mengenai virus zika ini, apa dampak yang ditimbulkannya dan bagaimana cara penanggulangan apabila kita terkena virus tersebut (aduuhhh jangan sampe deh yaa !)

 Apa itu Virus Zika? 

Dikutip dari kompas.com bahwa virus zika pertama kali ditemukan pada darah seekor monyet di Uganda tahun 1947. Nama Zika sendiri diambil dari nama sebuah hutan, yaitu hutan Zika tempat virus itu pertama kali ditemukan guys. Virus ini pertama kali menginfeksi manusia pada tahun 1968 di Nigeria.

Menurut artikel Integra Newsletter, virus zika yang menyebar di Brazil merupakan virus zika tipe Asia yang diduga bermutasi menjadi ganas sehingga infeksi zika pada ibu hamil bisa menyebabkan anak dilahirkan mikrosefalus atau ukuran kepala bayi kecil. Virus Zika adalah anggota dari keluarga Flaviviridae dan ditularkan ke manusia oleh nyamuk. Virus yang memiliki selubung, bentuk kosahedral, tidak bersegmen, dengan rantai tunggal (RNA). Virus ini memiliki kesamaan dengan virus dengue, berasal dari kelompok arbovirus.

Apa gejala utama jika terkena infeksi virus zika? 

Gejala utamanya adalah demam mendadak dengan suhu tinggi sebagaimana tipikal demam akibat infeksi virus lainnya. Dibandingkan dengan demam Dengue, gejala klinis yang ditimbulkan relatif lebih ringan. Gejalanya antara lain :
-            Demam
-            Ruam kemerahan pada kulit
-            Nyeri sendi
-            Konjutngtivitis
-            Nyeri otot
-            Nyeri kepala
-            Gangguan saraf dan komplikasi autoimun.

Gejala-gejala ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung selama 2-7 hari, kalo badan kita dalam kondisi yang baik penyakit ini dapat pulih dalam tempo 7-12 hari.. Namun terkadang penyakit ini kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis, dan gejala ini terjadi hanya beberapa hari bahkan jarang lewat dari satu minggu. Oleh karena itu banyak penderita yang tidak menyadari bahwa ia terkena infeksi virus zika, karena yang terasa hanya sakit ringan biasa.

Oya guys, virus zika emang gak menyebabkan kelainan yang berat seperti demam berdarah, meski Zika merupakan flavivirus yang berhubungan dengan demam kuning, demam berdarah, West Nile dan virus ensefalitis Jepang. Akan tetapi, yang penting banget untuk kita ketahui adalah bahwa virus ini dapat menimbulkan risiko terhadap janin pada wanita hamil guys. Meski dampaknya ringan bagi sang ibu, namun dampak bagi janin sangat fatal banget. Virus ini menyebabkan mikrosefalus, yaitu sebuah kondisi dimana bayi memiliki kepala kecil dan perkembangan otak yang gak lengkap akibat kerusakan parenkim otak serta kelainan struktur tulang kepala dan berdampak seumur hidup terhadap janin terinfeksi. 

Menurut sumber dari salah satu harian Australia, sampai saat ini sudah ada sebanyak 4000 bayi yang dilahirkan mengalami mikrosefali/microcephaly (pengecilan tengkorak kepala dan juga penciutan otak) akibat serangan virus Zika di Brazil. Kelahiran bayi dengan mikrosefali di Brazil mengalami lonjakan tajam pada tahun 2015. Namun, menurut Centers for Disease Control and Pervention (CDC), butuh lebih banyak informasi untuk menyimpulkan keterkaitan antara virus zika dengan dampak mikrosefalus.

Pemeriksaan dan Pencegahan

Pemeriksaan laboratorium sederhana biasanya hanya menunjukkan penurunan kadar sel darah putih seperti umumnya infeksi virus lainnya. Berbeda dengan infeksi demam berdarah, infeksi virus Zika tidak menyebabkan penurunan kadar trombosit. Masa inkubasi hampir mirip dengan infeksi virus Dengue yaitu beberapa hari sampai satu minggu. waktu untuk mendeteksi virus zika pada wanita hamil adalah pada minggu pertama terjadi demam, virus tersebut dapat dideteksi dari serum dengan pemeriksaan RT-PCR.

Saat ini vaksin untuk menyembuhkan virus ini belum ditemukan ya guys, sehingga pengobatan didasarkan pada gejala yang terjadi. Pengobatan yang diberikan lebih bersifat suportif seperti :

       Menjaga kesehatan makanan.
       Istirahat yang cukup
       Banyak minum air putih
       Minum obat penurun panas
      Jangan mengkonsumsi aspirin atau obat-obatan NSAID (non stereoid anti inflmation)                      


Pencegahan yang dianjurkan pun sama seperti pencegahan infeksi demam berdarah, yaitu :



      Pemberantasan sarang nyamuk dengan kembali menggalakan 3 M (Mengubur, Menguras dan Menutup) guna menghilangkan sumber penyebar virus, yaitu nyamuk Aedes Aegypty.
        Memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas, ditambah dengan melakukan kegiatan pencegahan lain seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dll)
       Melakukan pengawasan jentik dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
          Meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti diet seimbang, melakukan aktifitas fisik secara rutin, dll.
          Pada wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah, menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti parfum dan deodoran


Penyebaran Virus Zika 

Guys, Virus Zika ini dianggap sebagai penyakit menular yang muncul dengan potensi untuk menyebar ke daerah-daerah baru di mana ada nyamuk Aedes. Beberapa negara yang pernah melaporkan keberadaan kasus penyait virus Zika adalah Barbados, Bolivia, Brasil, Cap Verde, Colombia, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, French Guiana, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Mexico, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Venezuela, dan Yap

Admin
Kesehatan Pria Dan Wanita Updated at: 5:07 AM